expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sunday, 4 December 2011

Wahai Gadis Solehah..





Wahai Gadis Solehah..
Dari Jauh Ku Melihat Gerak Gerimu..
Tunduk Memandang Bumi..
Terselindung Dsebalik Hijabmu..

Wajah Yang Penuh Nur..
Yang Sentiasa Mengingati Mati..
Yang Mencintai Allah Dan Rasul..
Yang Takut Azab Allah..

Kau Ibarat Permata Berharga..
Digilap, Dibalut, Dan Disimpan Rapi..
Wahai Gadis Solehah..
Jauh Disudut Hatiku..
Aku Bangga Dengan Imanmu..
Taqwamu, Akhlakmu, Amalanmu..
Jua Perjuanganmu Menegakkan.
Kesucian syariat yang telah ditetapkan Allah.

Wahai Gadis Solehah..
Kau Pertahankan Hijabmu..
Walaupun Dunia Memandang Hina..
Tetapi Allah Melihatmu Dengan Penuh Bangga..
Akhlakmu Kau Pelihara..
Maruahmu Rapi Dijaga..
Tutur Katamu Melambangkan Sifat Keibuanmu Yang Sejati..
Pabila Bertemu Dengan Mahrammu..
Kau Tunduk Memandang Bumi..

KENAPA PAKAI TUDUNG BESAR-BESAR?? TAK RIMAS KE??





Pada suatu petang....


Seusai solat, saya mengambil tempat di sisi seorang perempuan melayu yang tidak bertudung. Sambil saya membetul-betulkan lipatan tudung, perempuan di sebelah saya menegur.


" Awak, boleh saya tanya?"


"Hmm, iya..boleh" Jawab saya sambil tersenyum.


"Kenapa awak pakai tudung besar-besar ya..tak rimas ke?" Dia bertanya.


Saya terdiam. Tak menyangka, itu soalannya.


"Tapi kenapa ya?"


"Tak ada apa-apa..saja nak tahu, sebelum ni tertanya-tanya sendiri je" Dia menjawab. Kelihatan dia benar-benar ingin tahu.


Saya tersenyum. Fikiran ligat berputar mencari jawapan yang sesuai. Lama merenung jauh, akhirnya tercerna satu idea.


" Hmm...sebelum saya jawab soalan tu, saya nak tanya awak dulu,boleh?"


Dia mengangguk


"Kenapa ya kalau kita naik kereta digalakkan pakai seat-belt ya? " Saya bertanya dia kembali tanpa menjawab dulu persoalannya.


"erm.." Dia berfikir smbil tangannya memegang dagu mencari jawapan.


" Sebab nak selamat la. kalau apa-apa berlaku, atleast kecederaan tu tak la teruk" dia menjawab ringkas.


"Ok, tapi itu kalau berlaku kemalangan kan. Macam mana pula kalau orang yang pandai dan cekap dalam memandu. Perlu ke dia pakai seat-belt ? Saya bertanya lagi untuk menduga.


"Eh, kenalah pakai jugak. Even dia dah cekap memandu like Michael Schumache, kenalah pakai jugak sebab kemalangan tu tak mengira siapa..kan? Satu lagi, kadang kemalangan tu bukan sebab kita pun, tapi ada kes kemalangan sebab pemandu lain yang tak berhati-hati akhirnya kita yang menjaga ni pun menjadi mangsa, kan?" Dia bertanya kembali.


"So, apa kaitannya kesalahan pemandu lain dengan selt-belt pulak" Saya terus bertanya.


" Yelah, nak menunjukkan bahawa selt belt tu sangat penting sekarang, sebab pemandu-pemandu jalan raya bukannya semua berhemah. Jadi untuk keselamatan, pakai seat-belt. Kalau dilanggar sekalipun kita tak la cedera teruk atau tercampak keluar"


"Tak rimas ke? kadang orang-orang tak selesa pakai seat-belt, katanya rimas"


"Alaa, nak selamat kenalah tahan sikit, kan..soal keselamatan, kena jaga"


Saya tersenyum mendengar penerangannya. Hampir sampai pada tujuan persoalan.


"Hmm, itulah jawapan saya pada persoalan awak tadi. Kenapa saya bertudung besar."


Dia terus memandang saya dengan dahinya yang berkerut...........

Kehidupan Setelah Mati (Tahapan Setelah Mati)







(Tahapan Perjalanan Manusia Menuju Hari Kebangkitan di Akhirat)

Setelah manusia mati akan mengalami tahapan sbb :

1.Alam Barzakh

Para salaf bersepakat tentang kebenaran adzab dan nikmat yang ada di alam kubur (barzakh) . Nikmat tersebut merupakan nikmat yang hakiki, begitu pula adzabnya, bukan sekedar bayangan atau perasaan sebagaimana diklaim oleh kebanyakan ahli bid’ah. Pertanyaan (fitnah) kubur itu berlaku terhadap ruh dan jasad manusia baik orang mukmin maupun kafir. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah SWT dari siksa kubur. Rasulullah SAW menyebutkan sebagian dari pelaku maksiat yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya mereka yang

a. Suka mengadu domba

b. Berbuat kebohongan

c. Membaca Al Qur’an tetapi tidak melaksanakan apa yang diperintahkan dan yang dilarang dalam Al’Qur’an

d. Melakukan zina

e. Memakan riba

f. Belum membayar hutang setelah mati (orang yang berhutang akan tertahan tidak masuk surga karena hutangnya)

g.Tidak bersuci setelah buang air kecil, shg masih bernajis

Adapun yang dapat menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah Shalat wajib, shaum, zakat, dan perbuatan baik berupa kejujuran, menyambung

silaturahim, segala perbuatan yang ma’ruf dan berbuat baik kepada manusia , juga berlindung kepada Allah SWT dari adzab kubur.

2. Peniupan Sangkakala

Sangkakala adalah terompet yang ditiup oleh malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan Allah SWT. Tiupan yang pertama akan mengejutkan manusia dan membinasakan mereka dengan kehendak Allah SWT, spt dijelaskan pada Al Qur’an :

“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah semua yang di langit dan di bumi, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah SWT”( QS. Az Zumar :68 ).

Tiupan ini akan mengguncang seluruh alam dengan guncangan yang keras dan hebat sehingga merusak seluruh susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu hilanglah cahaya seluruh benda-benda di alam semesta. Setelah I tu keadaan alam semesta kembali seperti awal penciptaannya.

Allah SWT menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana firman-Nya : “ Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras” (QS.Al Hajj:1-2).

Sedangkan pada tiupan sangkakala yang kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia ; “Dan tiupan sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka.(QS. Yaa Siin : 51).

Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, dimana tidak seorangpun tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah SWT menurunkan hujan seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia.Kemudian sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan (bangkit) dan berdiri”.(HR. Muslim).

3.Hari Berbangkit

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakannya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu”. (QS. Al Mujadilah : 6).

4.Padang Mahsyar

“(Yaitu) pada hari (ketika ) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit dan mereka semuanya di padang Mahsyar berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.(QS. Ibrahim:48).

Hasr adalah pengumpulan seluruh mahluk pada hari kiamat untuk dihisap dan diambil keputusannaya. Lamanya di Padang Mahsyar adalah satu hari yang berbanding 50.000 tahun di dunia. Allah berfirman:

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun.(QS. Al Maarij:4).

Karena amat lamanya hari itu, manusia merasa hidup mereka di dunia ini hanya seperti satu jam saja.

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari. (QS.Yunus:45).

“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, bahwa mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat saja” (QS. ArRuum:55).

Adapun orang yang beriman merasakan lama pada hari itu seperti waktu antara dhuhur dan ashar saja. Subhanallah.

Keadaan orang kafir saat itu sebagaimana firman-Nya.”Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus dirinya dari adzab hari itu dengan anak-anaknya, dengan istri serta saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya ketika di dunia, dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya”.(QS.AlMa’arij:11-14).

5. Syafaat

Syafaat ini khusus hanya untuk umat Muslim, dengan syarat tidak berbuat syirik besar yang menyebabkan kepada kekafiran. Adapun bagi orang musyrik, kafir dan munafik, maka tidak ada syafaat bagi mereka.

Syafaat ini diberikan Rasulullah SAW kepada umat Muslim (dengan izin dari Allah SWT).

6. Hisab

Pada tahap (fase) ini, Allah SWT menunjukkan amal-amal yang mereka perbuat dan ucapan yang mereka lontarkan, serta segala yang terjadi dalam kehidupan dunia baik berupa keimanan, keistiqamahan atau kekafiran

Setiap manusia berlutut di atas lutut mereka. “Dan kamu lihat tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya . Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Jatsiah:28).

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad SAW, kita umat yang terakhir tapi yang pertama dihisab. Yang pertama kali dihisab dari hak-hak Allah pada seorang hamba adalah Shalatnya, sedang yang pertama kali diadili diantara manusia adalah urusan darah.

Allah SWT mengatakan kepada orang kafir : “Dan kamu tidak melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”.(QS. Yunus:61). Seluruh anggota badan juga akan menjadi saksi.

Allah bertanya kepada hamba-Nya tentang apa yang telah ia kerjakan di dunia : “Maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang akan mereke kerjakan dahulu”.(Al Hijr:92-93).

Seorang hamba akan ditanya tentang hal : umurnya, masa mudanya, hartanya dan amalnya dan akan ditanya tentang nikmat yang ia nikmati.

7. Pembagian catatan amal

Pada detik-detik terakhir hari perhitungan , setiap hamba akan diberi kitab (amal) nya yang mencakup lembaran-lembaran yang lengkap tentang amalan yang telah ia kerjakan di dunia.

Al Kitab di sini merupakan lembaran-lembaran yang berisi catatan amal yang ditulis oleh malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT.

Manusia yang baik amalnya selama di dunia, akan menerima catatan amal dari sebelah kanan. Sedangkan manusia yang jelek amalnya akan

menerima catatan amal dari belakang dan sebelah kiri, spt pada firman Allah berikut ini:

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan ia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak : “celakalah aku”, dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”,(QS. Al Insyiqaq:8-12) .

"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:"wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.Telah hilang kekuasaanku dariku" (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya", kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala".(QS. Al Haqqah:25 31).

8. Mizan

Mizan adalah apa yang Allah letakkan pada hari kiamat untuk menimbang amalan hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : “Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah seorang dirugikan walau sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan”.(QS. Al Anbiya:47)

Setelah tahapan Mizan ini, bagi yang kafir, dan mereka yang melakukan perbuatan syirik akan masuk neraka.

Sedangkan umat muslim lainnya, akan melalui tahap selanjutnya yaitu Telaga

9. Telaga

Umat Muhammad SAW akan mendatangi air pada telaga tsb. Barang siapa minum dari telaga tsb maka ia tidak akan haus selamanya. Setiap Nabi mempunyai telaga masing-masing. Telaga Rasulullah SAW lebih besar, lebih agung dan lebih luas dari yang lain, sebagaimana sabdanya :

Sesungguhnya setiap Nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan lebih banyak pengikutnya di antara mereka dan sesungguhnya Nabi Muhammad mngharapkan agar menjadikan pengikutnya yang lebih banyak (HR. Bukhari Muslim).

Setelah Telaga, umat muslim akan ke tahap selanjutnya yaitu tahap Ujian Keimanan Seseorang. Perlu dicatat bahwa orang kafir dan orang yang berbuat syirik sudah masuk neraka (setelah tahap Mizan, seperti dijelaskan di atas).

10.Ujian Keimanan Seseorang

Selama di dunia, orang munafik terlihat seperti orang beriman karena mereka menampakkan keislamannya. Pada fase inilah kepalsuan iman mereka akan diketahui, diantaranya cahaya mereka redup. Mereka tidak mampu bersujud sebagaimana sujudnya orang mukmin. Saat digiring, orang-orang munafik ini merengek-rengek agar orang-orang mukmin menunggu dan menuntun jalannya.Karena saat itu benar-benar gelap dan tidak ada petunjuk kecuali cahaya yang ada pada tubuh mereka.

Allah SWT berfirman,”Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman:”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”.Dikatakan (kepada mereka):”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”.Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Di sebelah dalamnya ada rahmat da di sebelah luarnya dari situ ada siksa.(QS.Al hadid:13).

Setelah ini umat muslim yang lolos sampai tahap Ujian Keimanan Seseorang ini, akan melalui Shirat.

11. Shirat

Shirath adalah jmbatan yang dibentangkan di atas neraka jahannam, untuk diseberangi orang-orang mukmin menuju Jannah (Surga).

Beberapa Hadits tentang Shirath

Sesungguhnya rasulullah SAW pernah ditanya tentang Shirath, maka beliau berkata :

Tempat menggelincirkan, di atasnya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najd yang disebut pohon Sud’an.(HR. Muslim)

“Telah sampai kepadaku bahwasanya shirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang”. (HR. Muslim)

“Ada yang melewati shirath laksana kejapan mata dan ada yang seperti kilat, ada yang seperti tiupan angina, ada yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang lecet-lecet dan ada juga yang ditenggelamkan di neraka jahannam”. (HR. Bukhari Muslim)

Yang paling pertama menyebarangi shirath adalah Nabi Muhammad SAW dan para pemimpin umat beliau.Beliau bersabda : “Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati shirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang bicara, kecuali Rasul dan Rasul berdo’a ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.(HRBukhari).

Bagi umat muslim yang berhasil melalui shirath tersebut, akan ke tahap selanjutnya jembatan

12. Jembatan

Jembatan disini, bukan shirath yang letaknya di atas neraka jahannam. Jembatan ini dibentangkan setelah orang mukmin berhasil melewati shirath yang berada di atas neraka jahannam.

Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin akan dibebaskan dari api neraka, lalu mereka diberhentikan di atas jembatan antara Jannah(surga) dan neraka, mereka akan saling diqhisash antata satu sama lainnya atas kezhaliman mereka di dunia.Setelah mereka bersih dan terbebas dari segalanya, barulah mereka diizinkan masuk Jannah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, seorang diantara kalian lebih mengenal tempat tinggalnya di jannah daripada tempat tinggalnya di dunia”.(HR. Bukhari).

Setelah melewati jembatan ini barulah orang mukmin masuk Surga.

Kesimpulan :

Setelah penjelasan di atas tinggal kita menunggu..., apa yang akan kita alami di hari akhir nanti..., tentunya sesuai dengan apa yang kita lakukan di dunia ini…. Semoga Alah SWT memberi kekuatan dan selalu membimbing kita untuk tetap istiqomah di jalan-Nya sehingga dapat mencapai surga-Nya dan dijauhkan dari siksa neraka-Mu ya Allah…….karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu ya Allah…

~Adilkah Kita~







"aduh...ngantoknya, sambung tido sket lagi."
Kita berkira untuk bangun pagi
Sujud kepada-Nya
Dengan penuh rasa kehambaan
Tatkala insan lain nyenyak dibuai mimpi


Kita berkira untuk meluangkan
masa yang sangat berharga
walau sekejap cuma
untuk kita menatap
ayat-ayat cinta-Nya


"hmm...byk kerja ni, sat lagi la baru baca Quran..."
Kita berkira untuk
berlapar dan dahaga
tidak rela kepenatan
demi meraih taqwa
walau untuk separuh hari cuma




Namun...
Kita tidak pernah nak berkira
Bila dia yang kita sayang
Minta tunggu habis kerja
Untuk sembang-sembang kosong
Melepas rindu katanya
Walau pedih mata menahan kantuk
Saat embun mula bertandang
Kita...tidak pernah mengeluh



Kita tidak pernah berkira
Untuk menunggu insan
yang kita sayang
Menyanyikan lagu puisi cinta buat kita
Walaupun ternyata tugasan
tersusun indah di meja
Menunggu untuk diselesaikan





Kita tidak pernah berkira
Untuk berlapar dan dahaga seharian
Selagi si dia
Belum memujuk
Membelai dengan janji-janji manis
Yang belum kita tahu benar atau tidak



Kita berkira dengan DIA yang menciptakan kita
Kita tak pernah berkira dengan dia yang dicipta oleh DIA

Adilkah kita?
Adilkah kita?
Adilkah kita?




~Tepuklah dada, tanya iman...(andai iman kita sihat, ia pasti menjawab..TIDAK!!!)

5 PERKARA







Lima perkara semua kita mahukannya dan kita usaha utk mendapatkannya:-
1:Wajah yang cantik
2:Duit yang banyak
3:Kesihatan yang baik
4:Anak2 yg cerdik dan berjaya macam kita
5:Tidur yang nyenyak tanpa ganguan

Senang jer untuk mendapatkannya hanya 15 minit setiap hari.

Kata Nabi Muhammad S.A.W; siapa yang tinggalkan solat subuh tiadalah padanya nur di wajahnya dan siapa yang tinggalkan solat zohor tiadalah padanya rezeki yang berkat dan barang siapa yang tinggalkan solat asar tiadalah padanya kekuatan badan dan siapa yang tinggalkan solat maghrib tiadalah padanya anak2 yg bermanfaat dan barangsiapa yang tinggalkan solat isyak tiadalah padanya tidur yang nyenyak. (Sampaikanlah daripada nabi saw itu walaupun satu ayat )

' Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.' Surah Al-Baqarah ayat 286
sama2 kita berusaha utk mendapatkan nya..

Saturday, 3 December 2011

PERSOALAN AURAT WANITA







Dunia fesyen andai dilihat dari kaca mata Barat kelihatan glamor, anggun dan menawan. Namun andai dilihat dengan kaca mata yang dibimbing oleh syariat, dunia fesyen itu lebih menjanjikan “azab” di akhirat kelak. Apa tidaknya, setiap helai pakaian yang direka, majoritinya tidak mencapai standard yang telah digariskan Islam. Akhirnya demam berpakaian mengikut trend terkini itu merebak dalam kalangan wanita Muslimah, hingga kadangkala sukar dibezakan antara wanita Muslimah dengan yang lain.

Allah berfirman dalam surah al-Nur ayat 31 yang bermaksud: “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menjaga pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji daripada orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi daripada perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang yang beriman supaya kamu berjaya.”

Ayat ini begitu sinonim dengan wanita. Namun penulis percaya ramai wanita yang belum lagi betul-betul mengenali dan mendalami ayat ini bagi menghayati syariat yang berkaitan dengan wanita. Dalam ’Ahkam al-Quran, Ibn al-Arabi berpendapat bahawa ayat ini terdapat beberapa permasalahan berikut:

Menundukkan Pandangan dan Menjaga Kehormatan

Ayat ini walaupun ditujukan khas buat wanita, namun anjuran ini termasuk juga lelaki. Ummu Salamah meriwayatkan: “Aku, Aisyah dan Maimunah berada di hadapan Rasulullah s.a.w. Tiba-tiba putera Ummu Maktum meminta izin masuk kepada baginda. Lalu Rasulullah berkata kepada kami (maksudnya): ‘Pakailah hijab kalian.’ Mereka berkata: ‘Bukankah dia buta?’ Rasulullah menjawab: ‘Apakah kalian buta?’” (Riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)

Jangan Zahirkan Perhiasan

Wanita ditegah sama sekali daripada menzahirkan perhiasan kecuali yang biasa terlihat. Menurut ulama kontemporari, Syeikh Yusuf al-Qaradawi, yang dimaksudkan dengan “perhiasan perempuan” dalam ayat ini ialah apa sahaja yang dipakai untuk berhias dan mencantikkan tubuh sama ada berbentuk ciptaan asli seperti wajah, rambut, potongan badan ataupun buatan seperti pakaian, perhiasan, make-up dan sebagainya. Seorang penyair pernah berkata:

“Mereka (wanita) memakai perhiasan seindah yang engkau lihat.Apabila mereka berlalu meninggalkanmu,maka mereka adalah orang yang paling baik untuk pergi.”

Tutup Belahan Leher Baju

Anjuran ini juga terkandung dalam surah al-Nur ayat 31 ini. Imam al-Bukhari ada meriwayatkan daripada Aisyah r.ha. bahawa beliau berkata: “Allah telah menyayangi wanita yang berhijrah kerana waktu itu bertepatan dengan turunnya ayat, ‘Hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka.’ Kemudian mereka mengoyak sebahagian kain yang mereka miliki untuk dijadikan tudung. Begitu juga mereka yang mempunyai sarung. Itu semua menunjukkan kewajipan menutup leher dan bahagian dada seorang perempuan.”

Bagaimana menutupnya? Jawapan cukup mudah dan amat praktikal, labuhkan sedikit tudung anda hingga menutup bahagian dada dan jangan sekali-kali memakai tudung yang nipis yang masih menampakkan belahan baju walaupun bertudung.

Siapa Muhrim Wanita?
1. Suami.
2. Ayah.
3. Bapa mertua.
4. Anak lelaki.
5. Anak-anak suami (anak tiri).
6. Saudara kandung lelaki.
7. Anak daripada saudara lelaki.
8. Anak lelaki daripada saudara perempuan.
9. Perempuan yang beragama Islam.
10. Budak (hamba sahaya).
11. Lelaki yang tidak mempunyai syahwat.
12. Anak-anak yang belum mengerti aurat wanita.
13. Lelaki tua yang tidak lagi mempunyai keinginan kepada wanita.
Membunyikan Perhiasan
Dan firman Allah dalam ayat yang sama, maksudnya: “Dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi daripada perhiasan mereka.”

Tujuan menghentakkan kaki di sini ialah supaya orang lain tahu perhiasan yang dipakai oleh wanita tersebut seperti gelang kaki yang bergemerencing, kasut bertumit tinggi atau bertumit keras hingga menghasilkan bunyi hentakan setiap kali berjalan dan sebagainya yang boleh menarik perhatian insan lain terutamanya lelaki ajnabi.

Wallahua'lam. Semoga bermanfaat...Aamiin ya Allah

NASIHAT BUAT MUSLIMAH







Saat untaian kata tak lagi berguna
Ratapan jiwa tak lagi bermakna
Harta tak bisa membela
Keluarga tak lagi bersama

Saat para raja tak lagi berkuasa
Semua manusia menunggu keputusan-Nya
Penuh harap dan penyesalan
Takut akan datangnya kebenaran

Saat Sang Pencipta menepati janji
Membalas mereka yang mengingkari
Saat Sang Pencipta memberi naungan
Hanya bagi yang di atas kebenaran

Saudaraku!!
Renungkanlah!!
Harta bukanlah segalanya
Pangkat bukanlah pembela
Semua kan sia tanpa taqwa
Semua kan diminta jawabnya